For advertising demo/sample only..

Sunday, February 5, 2012

Akri Patrio: Kerinduan Tarawih Bersama Ayah, Hanya Tinggal Kerinduan

September 3, 2010 by admin · Leave a Comment 

REPUBLIKA.CO.ID,Ramadhan dua tahun lalu, Akri Patrio masih ingat melaksanakan shalat tarawih di Mushola Asmaul Husna. Lokasinya tepat di samping kediaman Akri, Sasak Panjang, RT 2/RW8, Tajurhalang, Parung, Bogor. Di mushola keluarga itu akri berkumpul bersama ayah dan delapan saudara kandungnya. “Setiap hari ada saja adik saya yang shalat tarawih menemani bapak,” paparnya, Jumat (3/9)

Ayahnya, Mohammad Falah, selalu memimpin shalat. Sedangkan Akri bersama delapan adik-adiknya menjadi makmum. Selesai shalat mereka berzikir bersama. Di masa kecil Akri harus selalu di rumah. Begitu juga adik-adiknya. Mereka berlomba-lomba membaca al-Quran.

Dirinya ingin suasana seperti itu terjadi lagi kini. Namun bagaimana mungkin, ayahnya wafat 2009 lalu. baginya beribadah bersama-sama itu lebih nikmat. “Faidahnya lebih terasa,” terang anak pertama dari sembilan bersaudara ini. Dia mengutip sebuah syair Arab yang artinya Barakah itu adanya saat berjamaah,” terangnya.

Benar saja, pernah saudara kandungnya sudah khatam al-Quran, sedangkan Akri belum. Mengetahui itu, dia langsung semangat mengkhatamkan al-Quran. Jika Ramadhan selesai mereka mengkhatamkan al-Quran tiga hingga empat kali.

Sesekali adik-adiknya berkumpul. Terakhir pada awal Ramadhan kemarin. Mereka berziarah ke makam almarhum Mohammad Falah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rempoa, Ciputat. “Kalau sudah kangen saya pasti ziarah,” ujarnya.

Setelah idul fitri nanti mereka akan kembali berziarah. Selain itu, dirinya kerap mendoakan almarhum selepas shalat. Di Bulan Ramadhan khususnya dia selalu melakukan itu. “Ya Allah ampuni dosa beliau semasa hidupnya,” begitu salah satu doa yang dipanjatkannya.

Setelah almarhum wafat, rumahnya yang berdiri di atas tanah tiga hektar jarang ditempati karena beberapa kesibukan. Ramadhan ini saja, alumni pesantren di Banten ini sibuk shooting sinetron Para Pencari Tuhan. Saat ini sudah sampai jilid empat.

Jika shooting maka dia akan berangkat ke Jati Asih, Kampung Kebantenan, Bekasi. Selain itu, dia mengisi tausiyah keagamaan di masjid, mushola, kantor-kantor, dan sekolah.

Prinsipnya dalam berdakwah, masyarakat memahami Islam dengan bergembira. Tausiyah dia selingi dengan banyolan. Tidak melulu ceramah. “Bosan kalau ceramah terus,” tucapnya. Dia mengatakan, setiap Ramadhan datang pasti kesibukan seperti itu pasti berlangsung.

Yang jelas, dia menjalani itu untuk beribadah. “Sulit rasanya melepas nilai agama,” katanya sambil duduk di teras mushola yang berbentuk panggung itu. Akri mengakui, agama yang fokus diajarkan almarhum begitu membekas dalam dirinya.

(Senggang|Republika)

Your Comment