<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>INN - Indonesia News Network</title>
	<atom:link href="http://www.indonesianewsnetwork.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indonesianewsnetwork.com</link>
	<description>Indonesia News Network</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Oct 2011 04:40:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Satwa Way Kambas kekurangan air</title>
		<link>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/satwa-way-kambas-kekurangan-air/</link>
		<comments>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/satwa-way-kambas-kekurangan-air/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 04:40:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/satwa-way-kambas-kekurangan-air/</guid>
		<description><![CDATA[Sukadana, Lampung Timur (ANTARA News) &#8211; Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Sukatmoko mengatakan, seluruh satwa yang berada di taman nasional itu kekurangan sumber air akibat musim kemarau tahun 2011 ini.
    &#8220;Sumber air di kawasan TNWK sebagian besar kering sehingga para satwa liar kesulitan mendapatkan air minum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sukadana, Lampung Timur (ANTARA News) &#8211; Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Sukatmoko mengatakan, seluruh satwa yang berada di taman nasional itu kekurangan sumber air akibat musim kemarau tahun 2011 ini.</p>
<p>    &#8220;Sumber air di kawasan TNWK sebagian besar kering sehingga para satwa liar kesulitan mendapatkan air minum di dalam hutan,&#8221; katanya.</p>
<p>    Ia menjelaskan, tidak hanya gajah, namun semua satwa yang mendiami kawasan itu juga kesulitan mendapatkan air karena musim kemarau berlangsung cukup panjang sejak tiga bulan lalu.</p>
<p>    Ia mengatakan, kondisi hutan saat ini kering dan gersang hingga membuat daun-daun berguguran dan kondisi hutan tidak selebat saat musim hujan sehingga cekungan-cekungan air kering.</p>
<p>    Selain kekurangan sumber air, para satwa juga kekurangan ketersediaan pakan hijaun yang ada di dalam hutan terutama rumput-rumputan yang berada di dalam kakawasan tersebut sejak beberapa bulan ini.</p>
<p>    Kekurangan pakan di dalam kawasan hutan ini, katanya, akan memicu masuknya satwa liar ke pemukiman warga terutama gajah liar yang akan merusak perladangan penduduk untuk memakan sejumlah tanaman mereka terutama konflik gajah dengan manusia. <br />(ANT/048)</p>
<p><i>(Go Green|antaranews)</i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/satwa-way-kambas-kekurangan-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemenhut ukur potensi karbon TNMB</title>
		<link>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/kemenhut-ukur-potensi-karbon-tnmb/</link>
		<comments>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/kemenhut-ukur-potensi-karbon-tnmb/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 00:10:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/kemenhut-ukur-potensi-karbon-tnmb/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Kemenhut akan menghitung potensi karbon Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) yang ditetapkan sebagai lokasi proyek percontohan pengurangan emisi dari pencegahan deforestasi dan degradasi (demonstration activity) untuk REDD plus.
    Upaya menghitung potensi karbon ini, menurut siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, akan dilaksanakan Kemenhut bersama International Tropical Timber [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Kemenhut akan menghitung potensi karbon Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) yang ditetapkan sebagai lokasi proyek percontohan pengurangan emisi dari pencegahan deforestasi dan degradasi (demonstration activity) untuk REDD plus.</p>
<p>    Upaya menghitung potensi karbon ini, menurut siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, akan dilaksanakan Kemenhut bersama International Tropical Timber Organization (ITTO). </p>
<p>    TNMB ditunjuk menjadi lokasi proyek percontohan karena keragaman tipe vegetasinya, mulai dari vegetasi pegunungan sampai vegetasi pantai.</p>
<p>    Sesuai dengan vegetasinya, TNMB merupakan hutan alami dengan keragaman jenis pepohonan berumur panjang dan serasah yang banyak, sebagai gudang penyimpan C tertinggi.</p>
<p>    Pengukuran kandungan karbon dilakukan dalam tiga tahap, yaitu menentukan plot sampel pengukuran, mengukur biomasa pohon, dan mengukur biomasa tumbuhan bawah. </p>
<p>     Disebutkan bahwa penghitungan jumlah total karbon dilakukan dengan menjumlahkan hasil perhitungan kandungan karbon di atas permukaan dari tanah dan karbon di dalam tanah.</p>
<p>    Hutan alami merupakan penyimpan karbon tertinggi dibandingkan dengan jenis lahan lain. Hal ini karena tingkat keragaman pohon yang tinggi. </p>
<p>    Hutan juga melepaskan karbon dalam bentuk CO2 melalui respirasi dan dekomposisi (pelapukan), namun pelepasan tersebut dilakukan secara bertahap. Jauh lebih lambat dibanding pelepasan karbon melalui pembakaran atau alih fungsi lahan. </p>
<p>    Kandungan karbon harus dikendalikan dengan jalan meningkatkan serapan CO2 oleh tumbuhan dan menekan pelepasan (emisi) CO2 ke udara serendah mungkin.   </p>
<p>     Keberadaan karbon di alam dibedakan dalam dua kelompok, yaitu karbon di atas permukaan tanah dan karbon di dalam tanah.</p>
<p>    Karbon merupakan hal yang penting dalam kehidupan makhluk hidup, sehingga dengan mengetahui bagaimana caranya menghitungnya, maka manusia dapat lebih peduli lagi terhadap alam lingkungannya, sehingga pembelajaran dalam peningkatan stok karbon melalui partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi dan pengelolaan TNMB sangat penting dilakukan. (A027/A035)<i>(Go Green|antaranews)</i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/kemenhut-ukur-potensi-karbon-tnmb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warga keluhkan limbah PG Madukismo</title>
		<link>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/warga-keluhkan-limbah-pg-madukismo/</link>
		<comments>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/warga-keluhkan-limbah-pg-madukismo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 15:10:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/warga-keluhkan-limbah-pg-madukismo/</guid>
		<description><![CDATA[Bantul (ANTARA News) &#8211; Sebagian warga di Desa Jogonalan Kidul, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengadu ke pimpinan DPRD setempat mengeluhkan limbah yang dikeluarkan Pabrik Gula Madukismo.
&#8220;Anak saya kena flek. Ketika periksa ke dokter saya kira turunan atau apa, ternyata faktor udara, yaitu dari pabrik,&#8221; kata salah seorang warga Jogonalan Kidul, Triati Ambarsari, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bantul (ANTARA News) &#8211; Sebagian warga di Desa Jogonalan Kidul, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengadu ke pimpinan DPRD setempat mengeluhkan limbah yang dikeluarkan Pabrik Gula Madukismo.</p>
<p>&#8220;Anak saya kena flek. Ketika periksa ke dokter saya kira turunan atau apa, ternyata faktor udara, yaitu dari pabrik,&#8221; kata salah seorang warga Jogonalan Kidul, Triati Ambarsari, saat mengadu ke DPRD Bantul, Senin.</p>
<p>Menurut dia, tidak hanya itu, dulunya setiap kali menyapu halaman rumah ada tumpukan debu dari limbah pabrik gula yang tebal, bahkan debu itu juga membuat mata penduduk sekitar terkena radang, sehingga tidak sedikit warga yang harus berobat.</p>
<p>     &#8220;Rata-rata anak kecil kena flek, kalau punya anak kecil pasti harus mengantisipasi kesehatan. Ada satu orang yang memilih pindah saat melahirkan anak keduanya ke Kabupaten Sleman, dan ternyata sehat sampai sekarang,&#8221; katanya.</p>
<p>     Sementara itu, warga Dusun Rogocolo, Trianing Hastuti yang juga ikut audiensi mengatakan, di daerahnya diakui yang paling parah terkena dampak pabrik, karena air sumur warga terkadang berwarna kuning.</p>
<p>     &#8220;Dulu kami pernah demo dan setelah itu debunya tidak begitu banyak, hanya baunya masih menyengat. Sejumlah warga yang hanya melintas di sekitar pabrik saja menyatakan tidak tahan baunya, apalagi yang tinggal di situ,&#8221; katanya.</p>
<p>     Dalam pertemuan dengan DPRD Bantul, tidak hanya masalah PG Madukismo yang disampaikan, tetapi juga masalah masih adanya anak putus sekolah dan jaminan kesehatan, serta upaya pemberdayaan tenaga perempuan melalui usaha mikro.</p>
<p>     Ketua DPRD Bantul Tustiyani dalam audiensi itu mengatakan, pihaknya akan berupaya mencarikan solusi penyelesaian semua masalah. Pihaknya juga meminta persyaratan data anak putus sekolah dan mengurus jaminan kesehatan.</p>
<p>     &#8220;Kami minta warga untuk memberikan data yang lengkap dan jelas, sehingga upaya pemberian bantuan juga jelas distribusinya, jangan sampai tidak tepat sasaran,&#8221; katanya.</p>
<p>     Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bantul, Susanto mengatakan, pihaknya memang belum mendengar laporan warga, namun apabila memang ada yang meresahkan pihaknya akan mendatangi untuk dicek di lapangan.</p>
<p>     &#8220;Jika memang laporan itu ada kami akan mengambil sampel untuk di kirim ke laboratorium. Kalau memang ada indikasi merugikan kesehatan, kami akan kirim surat ke pihak PG Madukismo untuk mencari solusinya,&#8221; katanya.</p>
<p>(ANT-068/I007) <br /><i>(Go Green|antaranews)</i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/warga-keluhkan-limbah-pg-madukismo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seekor anak orangutan berhasil diselamatkan</title>
		<link>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/seekor-anak-orangutan-berhasil-diselamatkan/</link>
		<comments>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/seekor-anak-orangutan-berhasil-diselamatkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 14:20:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/seekor-anak-orangutan-berhasil-diselamatkan/</guid>
		<description><![CDATA[Samarinda (ANTARA News) &#8211; Seekor anak orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) berhasil diselamatkan warga saat terpisah dari induknya di kawasan hutan di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
&#8220;Anak orangutan itu diperkirakan berumur enam bulan dan ditemukan warga di Kecamatan Sebulu akibat terpisah dari induknya pada Sabtu ((1/10). Warga kemudian menyerahkannya ke satgas penyelamatan orangutan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Samarinda (ANTARA News) &#8211; Seekor anak orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) berhasil diselamatkan warga saat terpisah dari induknya di kawasan hutan di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.</p>
<p>&#8220;Anak orangutan itu diperkirakan berumur enam bulan dan ditemukan warga di Kecamatan Sebulu akibat terpisah dari induknya pada Sabtu ((1/10). Warga kemudian menyerahkannya ke satgas penyelamatan orangutan dan dibawa ke sini (Universitas Mulawarman Samarinda) untuk diberikan pertolongan,&#8221; ungkap dosen Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda, Yaya Rayadin, Senin.</p>
<p>Anak orangutan yang terlihat dalam kondisi lemas tersebut dibawa oleh seorang dokter hewan dari Pemerintah Kota Samarinda.</p>
<p>     Setelah diberi suntikan anak primata primata tercerdas setelah gorilla dan simpanse itu kemudian dibawa ke ruang perawatan satwa liar Fakultas Kehutanan Unmul Samarinda untuk diberikan perawatan medis.</p>
<p>     &#8220;Kemungkinan, anak orangutan itu mengalami dehidrasi dan stres sehingga perlu dilakukan perawatan khsusus. Kami sudah menyiapkan infus untuk memasukkan cairan ke tubuhnya,&#8221; kata Yaya Rayadin.</p>
<p>     Saat ini lanjut Yaya Rayadin, habitat orangutan di Kalimantan Timur terfragmentasi kedalam 32 kelompok yang hidup di kawasan `lanscape Kutai` atau wilayah penyebaran orangutan di tiga kabupaten yakni di Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Kota Bontang.</p>
<p>     Jumlah populasi orangutan di `Lanscape Kutai` kata dia tersisa 2.500 hingga 3. 000 ekor.</p>
<p>     &#8220;Untuk populasi orangutan di Kalimantan Timur saat ini saya sebut sebagai Lanscape Kutai yang kawasannya berada pada kawasan Hutan Tanaman Industri, HPH, kebun sawit, areal tambang dan Taman Nasional Kutai dengan luasan areal sekitar 600 ribu hektare. Di areal inilah terdapat 32 kelompok orangutan yang ada Kaltim,&#8221; ungkap peneliti dari Pusat Penelitian Hutan Tropis tersebut.</p>
<p>     Dari populasi orangutan tersebut, hanya sekitar 20 persen yang hidup di kawasan hutan primer, sisanya yakni 80 persen berada di kawasan hutan sekunder.</p>
<p>     &#8220;Di kawasan hutan sekunder tingkat ancaman degradasi kawasan lebih besar sehingga ancaman populasi orangutan juga besar. Begitupula jika dilihat dari fungsi kawasannya, hanya sekitar 25 persen orangutan yang hidup di kawasan konservasi dan 75 persen berada di luar konservasi. Inilah yang menyebabkan ancaman terbesar kepunahan orangutan Kalimantan,&#8221; kata Yaya Rayadin. </p>
<p>(ANTARA)<br /><i>(Go Green|antaranews)</i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/seekor-anak-orangutan-berhasil-diselamatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kera cari makan ke pemukiman penduduk</title>
		<link>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/kera-cari-makan-ke-pemukiman-penduduk/</link>
		<comments>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/kera-cari-makan-ke-pemukiman-penduduk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 12:10:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/kera-cari-makan-ke-pemukiman-penduduk/</guid>
		<description><![CDATA[Kudus (ANTARA News) &#8211; Warga Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai waspada terhadap kera liar yang mencari makanan hingga ke permukiman penduduk di desa sekitar.
&#8220;Biasanya, kera liar menyerang tanaman petani, seperti tanaman jagung dan ketela. Hanya saja, saat ini sudah banyak yang dipanen, sehingga sasarannya ke permukiman penduduk,&#8221; kata Kepala Desa Rahtawau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kudus (ANTARA News) &#8211; Warga Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai waspada terhadap kera liar yang mencari makanan hingga ke permukiman penduduk di desa sekitar.</p>
<p>&#8220;Biasanya, kera liar menyerang tanaman petani, seperti tanaman jagung dan ketela. Hanya saja, saat ini sudah banyak yang dipanen, sehingga sasarannya ke permukiman penduduk,&#8221; kata Kepala Desa Rahtawau Sugiyono di Kudus, Senin.</p>
<p>Selama ini, kata dia, warga tidak ada yang menjadi korban akibat diserang kera liar tersebut, karena ketika bertemu warga lari bersembunyi di antara pepohonan.</p>
<p>     Akan tetapi, lanjut dia, kehadiran hewan primata tersebut mulai meresahkan warga, terutama yang tinggal di Dukuh Gelangsir dan Tumpuk karena berada di daerah yang paling dekat dengan habitat kera.</p>
<p>     Pasalnya, lanjut dia, kera tersebut tidak hanya merusak tanaman jagung dan ketela, bahkan tanaman pisang serta buah-buahan yang lain juga menjadi sasaran kera.</p>
<p>     Untuk meminimalisir serangan, kata dia, petani memang harus rutin mengawasi areal tanamannya agar tidak diserang hewan primata tersebut.</p>
<p>     Selain itu, kata dia, petani juga perlu mencari alternatif lain untuk menakut-nakuti kera agar tidak merambah areal tanaman petani.</p>
<p>     Beberapa warga, mencoba beralih menanam tanaman kopi agar tidak diserang hewan primata yang akhir-akhir ini populasinya mencapai ribuan ekor.</p>
<p>     Apalagi, mayoritas mata pencaharian warga desa setempat dengan bercocok tanam untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.</p>
<p>     Dalam mengatasi serangan kera, katanya, sejumlah pihak perlu dilibatkan, untuk memperbaiki habitat bangsa mamalia tersebut agar tidak mencari makan dan minum hingga areal pertanian maupun permukiman penduduk.</p>
<p>     Salah satu cara yang bisa ditempuh, yakni memperbanyak tanaman buah yang menjadi kesukaan kera di habitatnya.</p>
<p>     &#8220;Masyarakat sekitar juga harus menjaga lingkungan sekitar agar tidak dirusak, karena ketersediaan makanan di habitatnya menjadi faktor penyebab kera mencari makanan hingga ke areal pertanian maupun permukiman penduduk,&#8221; ujarnya.</p>
<p>     Kabid Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus Harsito mengaku, belum menerima laporan adanya kerusakan tanaman akibat serangan kera liar yang berasal dari kawasan pegunungan yang ada di desa setempat.  </p>
<p>     &#8220;Untuk meminimalkan serangan kera, tentunya habitatnya harus diperbaiki dengan memperbanyak tanaman buah yang menjadi kesukaan kera,&#8221; ujarnya.</p>
<p>     Ia menduga, penyebab hewan primata tersebut menyerang areal tanaman jagung petani karena ketersediaan makanan di pegungungan mulai berkurang, sehingga menyerang areal tanaman jagung dan ketela.</p>
<p>     Setelah ada perbaikan di wilayah yang dijadikan habitat kera dengan memperbanyak tanaman buah, kata dia, masyarakat sekitar juga harus menjaga lingkungan setempat agar tetap lestari dan terhindar dari kerusakan. </p>
<p>(KR-AN/E001) <br /><i>(Go Green|antaranews)</i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/kera-cari-makan-ke-pemukiman-penduduk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hutan harapan untuk kesejahteraan rakyat</title>
		<link>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/hutan-harapan-untuk-kesejahteraan-rakyat/</link>
		<comments>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/hutan-harapan-untuk-kesejahteraan-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 10:40:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/hutan-harapan-untuk-kesejahteraan-rakyat/</guid>
		<description><![CDATA[Depok (ANTARA News) &#8211; Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan hutan bisa memberikan harapan besar untuk memberikan sumbangsih nyata dalam meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. 
     &#8220;Hampir 67 persen luas daratan Indonesia berupa hutan, tentunya bisa memberikan harapan besar untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,&#8221; kata Zulkifli usai penanaman pohon di Pesantren Hidayatullah, Kecamatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Depok (ANTARA News) &#8211; Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan hutan bisa memberikan harapan besar untuk memberikan sumbangsih nyata dalam meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. </p>
<p>     &#8220;Hampir 67 persen luas daratan Indonesia berupa hutan, tentunya bisa memberikan harapan besar untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,&#8221; kata Zulkifli usai penanaman pohon di Pesantren Hidayatullah, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.</p>
<p>     Ia mengatakan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam dan sekitar hutan antara lain melalui pembangunan Hutran Tanaman Rakyat, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Desa dan Hutan Rakyat Kemitraan. </p>
<p>     &#8220;Kegiatan pokok program tersebut adalah menanam dan memelihara pohon,&#8221; ujarnya. </p>
<p>     Menurut dia, nantinya pohon tersebut menghasilkan kayu  dan memasok kebutuhan bahan baku kayu untuk industri dan mendorong berkembangnya bisnis rakyat berbasis hutan, khususnya di pedesaan.</p>
<p>     Untuk itu pihaknya fokus pada upaya peningkatan kesejahteraan rakyat pada kelompok masyarakat yang hidupnya tergantung pada sumberdaya hutan. Dalam skala yang lebih luas program juga ditujukan dalam upaya peningkatan kelestarian hutan dalam dan perbaikan lingkungan. <br />(F006)</p>
<p><i>(Go Green|antaranews)</i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/hutan-harapan-untuk-kesejahteraan-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>18 negara diskusikan cagar biosfer di Riau</title>
		<link>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/18-negara-diskusikan-cagar-biosfer-di-riau/</link>
		<comments>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/18-negara-diskusikan-cagar-biosfer-di-riau/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 09:10:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/18-negara-diskusikan-cagar-biosfer-di-riau/</guid>
		<description><![CDATA[Pekanbaru (ANTARA News) &#8211; Perwakilan dari 18 negara akan berdiskusi mengenai konsep &#8220;Manusia dan Biosfer (Man and Biosphere) di Pekanbaru, Riau, pada tanggal 4 hingga 8 Oktober 2011.
&#8220;Direncanakan acara tersebut akan dibuka oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan,&#8221; kata Gubernur Riau Rusli Zainal di Pekanbaru, Senin.
Ia menjelaskan, diskusi mengenai cagar biosfer tersebut merupakan bagian dari rangkaian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pekanbaru (ANTARA News) &#8211; Perwakilan dari 18 negara akan berdiskusi mengenai konsep &#8220;Manusia dan Biosfer (Man and Biosphere) di Pekanbaru, Riau, pada tanggal 4 hingga 8 Oktober 2011.</p>
<p>&#8220;Direncanakan acara tersebut akan dibuka oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan,&#8221; kata Gubernur Riau Rusli Zainal di Pekanbaru, Senin.</p>
<p>Ia menjelaskan, diskusi mengenai cagar biosfer tersebut merupakan bagian dari rangkaian pertemuan internasional Kerjasama Selatan-Selatan (South-south Cooperation). Kegiatan tersebut merupakan bentuk kerjasama dengan UNESCO. </p>
<p>    &#8220;Riau dipilih menjadi tuan rumah karena memiliki cagar biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu yang terkemuka,&#8221; ujarnya.</p>
<p>    Peserta pertemuan itu datang dari negara yang memiliki hujan hujan tropis di dunia, seperti Kongo dan Brazil.</p>
<p>    Selain itu peserta lainnya berasal dari Jepang, China dan Taiwan, 10 negara dari ASEAN. Kemudian ditambah satu negara dari benua Afrika, yakni Mali, dan dari benua Eropa, yaitu Perancis.</p>
<p>    &#8220;Total jumlah negara yang ikut 18 negara. Sepuluh negara Asean, Satu Afrika yaitu Mali, Eropa yakni Perancis yang merupakan partisipasi,&#8221; katanya.</p>
<p>    Ia mengatakan penunjukan Riau sebagai tuan rumah merupakan sebuah kehormatan karena Cagar Biosfir Giam Siak Kecil merupakan kawasan konservasi ketujuh di Indonesia yang diakui UNESCO, dan yang ke 564 dari 109 negara di dunia. </p>
<p>    Ia menjelaskan, hari pertama kegiatan akan mendengar laporan sidang SSC I di Kongo lalu. Hari Kedua, ekspos komitmen tiga negara yang tergabung dalam SSC. Hari ketiga berisi pemaparan hasil-hasil riset dari negara-negara yang melakukan penelitian di kawasan konservasi, dan hari keempat akan dilakukan kunjungan ke lapangan.</p>
<p>(F012)</p>
<p><i>(Go Green|antaranews)</i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/18-negara-diskusikan-cagar-biosfer-di-riau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wapres pimpin peringatan Hari Habitat Dunia</title>
		<link>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/wapres-pimpin-peringatan-hari-habitat-dunia/</link>
		<comments>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/wapres-pimpin-peringatan-hari-habitat-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 05:20:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/wapres-pimpin-peringatan-hari-habitat-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Wakil Presiden Boediono memimpin upacara peringatan hari habitat dunia 2011 yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum di Istana Wakil Presiden, Jakarta.
    Hari Habitat Dunia 2011 ini bertema &#8220;Kota dan Perubahan Iklim&#8221;.
    Wapres Boediono dalam sambutanya pada acara tersebut menyampaikan perlunya pengelolaan kota untuk mengurangi dampak perubahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Wakil Presiden Boediono memimpin upacara peringatan hari habitat dunia 2011 yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum di Istana Wakil Presiden, Jakarta.</p>
<p>    Hari Habitat Dunia 2011 ini bertema &#8220;Kota dan Perubahan Iklim&#8221;.</p>
<p>    Wapres Boediono dalam sambutanya pada acara tersebut menyampaikan perlunya pengelolaan kota untuk mengurangi dampak perubahan iklim. </p>
<p>    &#8220;Kota-kota di dunia sumber emisi, penyebab utama perubahan iklim ini yaitu kota-kota ini. Kita ingin memitigasi tentu perlu kita kelola emisi dari kota-kota, kalau perlu kita hindari,&#8221; kata Wapres.</p>
<p>    Wapres menambahkan, kota juga akan menjadi korban pertama dampak pemanasan global. Untuk itu, penerapan teknologi hijau yang ramah lingkungan perlu digunakan. Energi yang lebih bersih juga perlu diperkenalkan.</p>
<p>    &#8220;Next step tentu kita mengkondisikan energi dan teknologi pemukim-pemukim di kota ini yang lebih bersih,&#8221; katanya.</p>
<p>    Hari Habitat Dunia telah diperingati negara di seluruh dunia sejak 1986 setelah Perhimpunan Bangsa-Bangsa menetapkannya. Hari Habitat Dunia diperingati setiap hari pertama Oktober.</p>
<p>    Dalam Hari Habitat Dunia kali ini, selain mengadakan Workshop dan seminar juga diikuti antara lain acara lomba foto, kongres sanitasi dan air minum, sarasehan dan penanaman pohon.<br />(M041)</p>
<p><i>(Go Green|antaranews)</i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/wapres-pimpin-peringatan-hari-habitat-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gunung es di Austria menyusut secara dramatis</title>
		<link>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/gunung-es-di-austria-menyusut-secara-dramatis/</link>
		<comments>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/gunung-es-di-austria-menyusut-secara-dramatis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 13:40:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/gunung-es-di-austria-menyusut-secara-dramatis/</guid>
		<description><![CDATA[Wina (ANTARA News/AFP) &#8211; Gunung es di Austria menyusut secara dramatis musim panas ini, yang paling besar sejak udara sangat panas pada 2003, terutama karena sedikitnya jumlah salju pada musim dingin lalu, kata beberapa ilmuwan.
    Gunung es Goldbergkees di Alpen, misalnya, rata-rata dua meter lebih tipis dibandingkan dengan kondisinya pada 2010. Gunung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wina (ANTARA News/AFP) &#8211; Gunung es di Austria menyusut secara dramatis musim panas ini, yang paling besar sejak udara sangat panas pada 2003, terutama karena sedikitnya jumlah salju pada musim dingin lalu, kata beberapa ilmuwan.</p>
<p>    Gunung es Goldbergkees di Alpen, misalnya, rata-rata dua meter lebih tipis dibandingkan dengan kondisinya pada 2010. Gunung es itu kehilangan sebanyak tujuh persen massanya, kata lembaga meteorologi nasional ZAMG.</p>
<p>    Gunung api biasanya menyusut selama musim panas dan bertambah lagi pada musim dingin, dan dalam beberapa tahun belakangan lebih banyak es telah mencair dibandingkan dengan yang telah menggantikannya. Namun tahun ini, hilangnya lapisan es sangat mencolok, kata ZAMG.</p>
<p>    &#8220;Kendati musim panas 2011 tidak terlalu panas, kehilangan lapisan es itu sama banyaknya dengan yang terjadi selama musim panas 2003,&#8221; ahli iklim Berhard Hynek.</p>
<p>    Tingkat es jauh lebih sedikit daripada kondisi normal di Alpen timur, setelah udara sangat panas dan musim dingin yang kering. Di Hoher Sonnblick, yang memiliki ketinggian 3.000 meter, misalnya, tingkat tersebut hanya dua-pertiga dari kondisi rata-rata 80 tahun pada 1 Mei.</p>
<p>    Gletser di gunung dan lapisan salju di kedua belahan Bumi telah merosot dalam beberapa dasawarsa belakangan akibat perubahan iklim Bumi, yang diduga oleh banyak ilmuwan disebabkan oleh peningkatan buangan gas rumah kaca.</p>
<p>(Uu.C003)</p>
<p><i>(Go Green|antaranews)</i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/gunung-es-di-austria-menyusut-secara-dramatis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sumenep benahi aset Pantai Lombang</title>
		<link>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/sumenep-benahi-aset-pantai-lombang/</link>
		<comments>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/sumenep-benahi-aset-pantai-lombang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 09:50:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/sumenep-benahi-aset-pantai-lombang/</guid>
		<description><![CDATA[Sumenep (ANTARA) &#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membenahi aset di Pantai Lombang, Jumat, pascaturunnya putusan Mahkamah Agung atas sengketa lahan di kawasan wisata tersebut.
    Pembenahan aset di kawasan wisata Pantai Lombang dimulai dengan pembacaan putusan Pengadilan Negeri Sumenep, Pengadilan Tinggi Surabaya, dan Mahkamah Agung atas kasus perdata sengketa lahan di Pantai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumenep (ANTARA) &#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membenahi aset di Pantai Lombang, Jumat, pascaturunnya putusan Mahkamah Agung atas sengketa lahan di kawasan wisata tersebut.</p>
<p>    Pembenahan aset di kawasan wisata Pantai Lombang dimulai dengan pembacaan putusan Pengadilan Negeri Sumenep, Pengadilan Tinggi Surabaya, dan Mahkamah Agung atas kasus perdata sengketa lahan di Pantai Lombang yang semuanya memenangkan Pemerintah Kabupaten Sumenep, oleh Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP setempat, Kafrawi.</p>
<p>    &#8220;Mahkamah Agung memutuskan menolak kasasi dalam kasus perdata sengketa lahan di kawasan wisata Pantai Lombang yang diajukan Hasim alias Hasin pada 15 Desember 2010. Oleh karena itu, sejak 15 Desember 2010, tanah yang sebelumnya merupakan objek sengketa merupakan hak milik Pemkab Sumenep,&#8221; kata Kafrawi di Pantai Lombang.</p>
<p>    Setelah itu, Bupati Sumenep A Busyro Karim secara simbolis memasang papan pengumuman yang intinya menyatakan tanah di kawasan wisata Pantai Lombang merupakan hak milik pemerintah daerah sesuai putusan Mahkamah Agung Nomor 1999 K/Pdt/2010 tertanggal 15 Desember 2010.</p>
<p>    &#8220;Alhamdulillah, akhirnya sengketa lahan di kawasan wisata Pantai Lombang sudah tuntas. Kami mulai bisa konsentrasi untuk memajukan Pantai Lombang sebagai kawasan wisata yang sejak dulu memang sudah dikenal sebagai ikon wisata Sumenep dan Jawa Timur,&#8221; ujarnya, sambil tersenyum.</p>
<p>    Busyro juga meminta dukungan warga Desa Lombang dan sekitarnya supaya membantu jajarannya dalam memajukan kawasan wisata tersebut.</p>
<p>    &#8220;Kami akan berusaha secara maksimal kawasan wisata Pantai Lombang menjadi sarana atau perantara peningkatan kesejahteraan bagi warga sekitarnya. Saat ini, langkah awalnya adalah pembenahan sekaligus penataan aset, karena memang banyak aset di Pantai Lombang yang rusak akibat tidak terurus sejak 2009 lalu,&#8221; katanya, menegaskan.</p>
<p>    Pemkab Sumenep juga menyatakan Pantai Lombang untuk sementara ditutup selama sepekan sebagai langkah awal pembenahan sekaligus penataan aset di kawasan wisata tersebut.</p>
<p>    Pantai Lombang yang memiliki hamparan pasir putih dan jejeran pohon cemara udang adalah salah satu lokasi wisata alam andalan Pemkab Sumenep sejak puluhan tahun lalu.</p>
<p><i>(Go Green|antaranews)</i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indonesianewsnetwork.com/2011/10/sumenep-benahi-aset-pantai-lombang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

